Janganlah pernah sepelekan sekecil apapun penyakitnya. Mungkin itu pelajaran yang dapat di ambil dari cerita berikut ini. Awalannya ia menduga dirinya hanya alami masuk angin pada umumnya, tetapi ia akhirnya wafat karena ternyata ia menderita angin duduk.
Hari itu, Dina meminta izin pulang lebih cepat dari kantornya. Sejak Pagi, Dina terasa pusing serta mual. " Saya masuk angin nih, " keluhnya pada Fahmi, suaminya melalui telepon. Saya mau pulang untuk beristirahat, katanya
Sore harinya, Dina belum bangun juga, sang suami yang baru pulang dari kantor. Menengok ke kamar, di tempat tidur Dina memanglah masih tertelungkup, Namun betapa terkejutnya sang suami saat mengecek keadaan istrinya yang sudah tidak lagi bernafas.
Wajahnya kebiruan, nampaknya Dina menahan rasa sakit sebentar sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Sang suami sangat terpukul, Sejauh ini di ketahuinya kesehatan Dina baik-baik saja. Bahkan juga istrinya itu termasuk wanita gesit yang mempunyai segudang kesibukan setiap harinya, Lalu, Penyakit " tersembunyi " apakah yang merenggut nyawa Dina?
Menurut dr. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, pakar internis serta kardiologi dari RS Pusat Pertamina, yang dihadapi Dina yaitu Angina Pectoris. Orang-orang kita dahulu umum menyebutnya sebagai penyakit angin duduk.
angina pectoris Gejalanya memanglah serupa masuk angin umum, cuma sedikit lebih berat. Tidak mengherankan. Penyakit ini cenderung disepelekan.
Masuk angin yang satu ini ternyata tidaklah masuk angin seperti biasanya. Angin duduk yaitu salah satu tanda-tanda penyakit jantung koroner, yang bila tak selekasnya diakukan penderitanya dapat segera wafat cuma dalam waktu 15-30 menit sesudah serangan pertama. dr. Joko mengingatkan.
Karena itu, kematian yang berlangsung sekalipun bukanlah disebabkan kerokan atau pengolesan minyak angin, seperti yang dikerjakan Dina, tetapi karena tak terdeteksinya kelainan pada jantung pasien. Padahal, kalau sepulang kantor Dina segera pergi ke Rumah Sakit atau ke dokter, serta bukannya jadi kerokan dirumah yang sekalipun tak ada hubungan dengan sang penyakit, mungkin saja nyawanya masih bisa di selamatkan.
Ciri-ciri pusing, mual serta kembung yang dihadapi pasien Angina Pectoris memanglah hampir sama dengan penyakit masuk angin umum. Hanya pasien juga rasakan dada sesak, nyeri di bagian ulu hati, keluar
Ditambah dengan keluarnya keringat besar, dan tubuh merasa dingin. Sayangnya, hal semacam ini kerap tak diakui juga sebagai indikasi ada masalah pada jantung yang sifatnya gawat.
Menurut dr. Joko, 20% dari keluhan Angina Pectoris yang dibawa ke dokter atau rumah sakit nyatanya terdeteksi juga sebagai penyakit jantung koroner akut. Penyakit ini adalah masalah pada jantung disebabkan ada kelainan pada pembuluh koroner, hingga darah tak dapat mengantarkan beberapa zat yang diperlukan oleh jaringan dinding rongga jantung. Karenanya, bila tak terdeteksi sejak awal, penderitanya dapat alami sudden death.
Penyakit Angina Pectoris tersebut berbentuk perasaan tak nyaman berkelanjutan, yang berlangsung lebih dari 5 menit, disebabkan berkurangnya desakan darah yang memompa jantung. Mengakibatkan, jantung memerlukan lebih banyak oksigen. Karena jantung tak dapat memompa dengan prima, jadi pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berbentuk kontraksi manfaat memenuhi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi, kontraksi tersebut yang menyebabkan keringat dingin pada kulit.
Semoga bermanfaat! Ingat, janganlah sepelekan penyakit, sekecil apa pun itu. Like dan Share Postingan ini agar semakin banyak orang yang tahu
Sumber: semuainformasiupdate.blogspot.co.id
Hari itu, Dina meminta izin pulang lebih cepat dari kantornya. Sejak Pagi, Dina terasa pusing serta mual. " Saya masuk angin nih, " keluhnya pada Fahmi, suaminya melalui telepon. Saya mau pulang untuk beristirahat, katanya
Sore harinya, Dina belum bangun juga, sang suami yang baru pulang dari kantor. Menengok ke kamar, di tempat tidur Dina memanglah masih tertelungkup, Namun betapa terkejutnya sang suami saat mengecek keadaan istrinya yang sudah tidak lagi bernafas.
Wajahnya kebiruan, nampaknya Dina menahan rasa sakit sebentar sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Sang suami sangat terpukul, Sejauh ini di ketahuinya kesehatan Dina baik-baik saja. Bahkan juga istrinya itu termasuk wanita gesit yang mempunyai segudang kesibukan setiap harinya, Lalu, Penyakit " tersembunyi " apakah yang merenggut nyawa Dina?
Menurut dr. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, pakar internis serta kardiologi dari RS Pusat Pertamina, yang dihadapi Dina yaitu Angina Pectoris. Orang-orang kita dahulu umum menyebutnya sebagai penyakit angin duduk.
angina pectoris Gejalanya memanglah serupa masuk angin umum, cuma sedikit lebih berat. Tidak mengherankan. Penyakit ini cenderung disepelekan.
Masuk angin yang satu ini ternyata tidaklah masuk angin seperti biasanya. Angin duduk yaitu salah satu tanda-tanda penyakit jantung koroner, yang bila tak selekasnya diakukan penderitanya dapat segera wafat cuma dalam waktu 15-30 menit sesudah serangan pertama. dr. Joko mengingatkan.
Karena itu, kematian yang berlangsung sekalipun bukanlah disebabkan kerokan atau pengolesan minyak angin, seperti yang dikerjakan Dina, tetapi karena tak terdeteksinya kelainan pada jantung pasien. Padahal, kalau sepulang kantor Dina segera pergi ke Rumah Sakit atau ke dokter, serta bukannya jadi kerokan dirumah yang sekalipun tak ada hubungan dengan sang penyakit, mungkin saja nyawanya masih bisa di selamatkan.
Ciri-ciri pusing, mual serta kembung yang dihadapi pasien Angina Pectoris memanglah hampir sama dengan penyakit masuk angin umum. Hanya pasien juga rasakan dada sesak, nyeri di bagian ulu hati, keluar
Ditambah dengan keluarnya keringat besar, dan tubuh merasa dingin. Sayangnya, hal semacam ini kerap tak diakui juga sebagai indikasi ada masalah pada jantung yang sifatnya gawat.
Menurut dr. Joko, 20% dari keluhan Angina Pectoris yang dibawa ke dokter atau rumah sakit nyatanya terdeteksi juga sebagai penyakit jantung koroner akut. Penyakit ini adalah masalah pada jantung disebabkan ada kelainan pada pembuluh koroner, hingga darah tak dapat mengantarkan beberapa zat yang diperlukan oleh jaringan dinding rongga jantung. Karenanya, bila tak terdeteksi sejak awal, penderitanya dapat alami sudden death.
Penyakit Angina Pectoris tersebut berbentuk perasaan tak nyaman berkelanjutan, yang berlangsung lebih dari 5 menit, disebabkan berkurangnya desakan darah yang memompa jantung. Mengakibatkan, jantung memerlukan lebih banyak oksigen. Karena jantung tak dapat memompa dengan prima, jadi pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berbentuk kontraksi manfaat memenuhi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi, kontraksi tersebut yang menyebabkan keringat dingin pada kulit.
Semoga bermanfaat! Ingat, janganlah sepelekan penyakit, sekecil apa pun itu. Like dan Share Postingan ini agar semakin banyak orang yang tahu
Sumber: semuainformasiupdate.blogspot.co.id
0 Response to "HATI-HATI, Seperti Gejala Masuk Angin Ternyata Ini Penyakit Mematikan"
Posting Komentar